(0362) 25887
disdukcapil.buleleng152@gmail.com
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Dinas Dukcapil Koordinasi dengan 8 Sekolah Guna Optimalisasi Perekaman KTP-el Siswa

Admin disdukcapil | 01 April 2026 | 63 kali

BULELENG – Dalam upaya mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan bagi pemula, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Perekaman KTP-el menyasar siswa SMA/SMK. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (31/3) ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) didampingi Kabid Pendaftaran Penduduk (Dafduk) dan Kabid PIAK. Rapat tersebut menghadirkan perwakilan dari delapan sekolah di wilayah Buleleng, antara lain SMKN 1 Kubutambahan, SMAN 4 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, SMAN 1 Singaraja, SMA Pariwisata Triatma Jaya Singaraja, SMKN 1 Sawan, SMKN 3 Singaraja, dan SMAN 1 Busungbiu.

Agenda utama rapat diawali dengan evaluasi hasil perekaman yang telah dilaksanakan di delapan sekolah tersebut sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Meski progres terus berjalan, pihak Dinas menekankan pentingnya strategi baru untuk menuntaskan sisa siswa yang belum melakukan perekaman.

Dalam sesi diskusi, perwakilan sekolah memaparkan sejumlah tantangan unik yang dihadapi saat tim jemput bola turun ke lapangan, di antaranya:

Faktor Penampilan: Banyak siswa enggan melakukan perekaman di sekolah karena alasan estetika, seperti tidak menggunakan make-up dan harus mengenakan seragam sekolah.

Preferensi Pribadi: Sebagian siswa lebih memilih melakukan perekaman di Kantor Camat atau Kantor Dukcapil dengan didampingi orang tua.

Kegiatan Akademik: Khusus siswa SMK, banyak yang tidak berada di lokasi saat jadwal perekaman karena sedang menjalani masa magang (Prakerin).

Kurangnya Minat: Meski sudah disosialisasikan melalui pengumuman kelas maupun grup pesan singkat, minat siswa untuk hadir secara sukarela masih tergolong rendah. Pihak sekolah pun mengaku tidak bisa memaksa lebih jauh karena hal tersebut berkaitan dengan hak individu siswa.

Menanggapi kendala tersebut, Bapak Kadis menginstruksikan setiap sekolah untuk segera menentukan jadwal pasti penuntasan perekaman sesuai dengan data By Name By Address (BNBA) yang tersisa. Pihak sekolah diharapkan melakukan koordinasi intensif mengenai daftar nama siswa yang belum terekam agar persiapan teknis dapat dilakukan lebih matang sebelum tim Dukcapil turun kembali ke lokasi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh siswa yang telah memenuhi syarat usia wajib KTP dapat segera memiliki identitas resmi tanpa mengganggu proses belajar mengajar.