(0362) 25887
disdukcapil.buleleng152@gmail.com
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Jangan Tunggu Darurat: Mengapa KTP Lebih Penting Daripada Sekadar "Foto Bagus"

Admin disdukcapil | 06 Januari 2026 | 1233 kali

Singaraja – Inovasi "Jemput Bola" yang dilakukan Disdukcapil Buleleng dengan mendatangi sekolah-sekolah seharusnya menjadi karpet merah bagi para remaja untuk mendapatkan identitas resmi. Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang justru mangkir atau enggan melakukan perekaman KTP. Alasan yang muncul beragam, mulai dari hal sepele seperti belum percaya diri dengan tanda tangan, hingga ketakutan akan hasil foto yang dianggap tidak estetik. Padahal, di balik selembar kartu plastik tersebut, tersimpan fungsi vital yang menyangkut kelangsungan hidup dan masa depan pemiliknya.

Bukan Sekadar Kartu, Tapi Kunci Peluang

Bagi seorang remaja yang beranjak dewasa, KTP adalah "tiket" untuk membuka banyak pintu. Ingin melanjutkan kuliah? Butuh KTP. Ingin melamar kerja atau magang? KTP syarat utamanya. Bahkan untuk hal-hal yang dekat dengan gaya hidup masa kini, seperti membuka rekening bank atau akun e-wallet untuk bertransaksi, semuanya memerlukan verifikasi identitas resmi. Tanpa KTP, seorang remaja secara administratif "terisolasi" dari berbagai layanan publik dan privat.

Risiko Nyata di Balik Penundaan

Banyak yang tidak menyadari bahwa musibah tidak pernah memberikan peringatan. Kejadian miris sering terjadi ketika seorang remaja mengalami kecelakaan atau jatuh sakit secara tiba-tiba dan harus dilarikan ke ruang UGD.

Dalam kondisi darurat, administrasi rumah sakit seperti BPJS Kesehatan memerlukan data kependudukan yang valid. Bayangkan betapa sulitnya jika dalam keadaan sakit parah, seorang remaja harus menjalani proses perekaman KTP di atas tempat tidur rumah sakit hanya karena sebelumnya malas mengurusnya di sekolah. Selain memperlambat proses administrasi, hal ini tentu menambah beban mental bagi keluarga yang sedang panik.

Menghapus "Insecurity" Perekaman KTP

Ketakutan akan foto yang jelek atau tanda tangan yang belum mantap sebenarnya adalah masalah kecil jika dibandingkan dengan manfaatnya. Berikut beberapa tips singkat untuk para remaja:

  1. Persiapkan Diri: Gunakan pakaian yang rapi dan nyaman saat hari perekaman di sekolah.
  2. Latihan: Luangkan waktu 5 menit untuk berlatih tanda tangan di selembar kertas sebelum giliran Anda tiba.
  3. Ubah Pola Pikir: KTP adalah identitas diri seumur hidup. Hasil foto adalah bukti kedewasaan, bukan sekadar untuk dipamerkan di media sosial.

Harapan untuk Masa Depan

Pemerintah melalui Disdukcapil Buleleng sudah memberikan kemudahan dengan menjemput bola ke sekolah-sekolah. Kini, bola tersebut ada di tangan para remaja. Kesadaran untuk memiliki KTP sejak dini adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Jangan sampai rasa malas atau alasan sepele hari ini, menjadi penyesalan besar saat keadaan darurat atau peluang masa depan datang menyapa. Mari sukseskan perekaman KTP, demi keamanan dan kemudahan diri kita sendiri.