Singaraja – Inovasi
"Jemput Bola" yang dilakukan Disdukcapil Buleleng dengan mendatangi
sekolah-sekolah seharusnya menjadi karpet merah bagi para remaja untuk mendapatkan
identitas resmi. Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang justru mangkir
atau enggan melakukan perekaman KTP. Alasan yang muncul beragam, mulai dari hal
sepele seperti belum percaya diri dengan tanda tangan, hingga ketakutan akan
hasil foto yang dianggap tidak estetik. Padahal, di balik selembar kartu
plastik tersebut, tersimpan fungsi vital yang menyangkut kelangsungan hidup dan
masa depan pemiliknya.
Bukan Sekadar Kartu, Tapi
Kunci Peluang
Bagi seorang remaja yang beranjak
dewasa, KTP adalah "tiket" untuk membuka banyak pintu. Ingin
melanjutkan kuliah? Butuh KTP. Ingin melamar kerja atau magang? KTP syarat
utamanya. Bahkan untuk hal-hal yang dekat dengan gaya hidup masa kini, seperti
membuka rekening bank atau akun e-wallet untuk bertransaksi, semuanya
memerlukan verifikasi identitas resmi. Tanpa KTP, seorang remaja secara
administratif "terisolasi" dari berbagai layanan publik dan privat.
Risiko Nyata di Balik
Penundaan
Banyak yang tidak menyadari bahwa
musibah tidak pernah memberikan peringatan. Kejadian miris sering terjadi
ketika seorang remaja mengalami kecelakaan atau jatuh sakit secara tiba-tiba
dan harus dilarikan ke ruang UGD.
Dalam kondisi darurat,
administrasi rumah sakit seperti BPJS Kesehatan memerlukan data kependudukan
yang valid. Bayangkan betapa sulitnya jika dalam keadaan sakit parah, seorang
remaja harus menjalani proses perekaman KTP di atas tempat tidur rumah sakit
hanya karena sebelumnya malas mengurusnya di sekolah. Selain memperlambat
proses administrasi, hal ini tentu menambah beban mental bagi keluarga yang
sedang panik.
Menghapus
"Insecurity" Perekaman KTP
Ketakutan akan foto yang jelek
atau tanda tangan yang belum mantap sebenarnya adalah masalah kecil jika
dibandingkan dengan manfaatnya. Berikut beberapa tips singkat untuk para
remaja:
Harapan untuk Masa Depan
Pemerintah melalui Disdukcapil
Buleleng sudah memberikan kemudahan dengan menjemput bola ke sekolah-sekolah.
Kini, bola tersebut ada di tangan para remaja. Kesadaran untuk memiliki KTP
sejak dini adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Jangan sampai rasa malas atau
alasan sepele hari ini, menjadi penyesalan besar saat keadaan darurat atau
peluang masa depan datang menyapa. Mari sukseskan perekaman KTP, demi keamanan
dan kemudahan diri kita sendiri.